FAQ

Pertanyaan yg sering ditanyakan (Klik Pertanyaan / Gambar + untuk melihat jawaban]  Expand All
10 
11 
12 
13 
14 
15 
16 
17 
18 
19 
20  Pertanyaan :
Bagaimanakah cara menginstall EZ Timebilling? Apakah sulit?

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jawaban :
Mudah sekali. Berikut adalah petunjuk instalasi EZ Timebilling:
Untuk Server:
Jika menggunakan Windows Vista, nonaktifkan fitur UAC (Control Panel>User Accounts and Family Safety>User Accounts>Turn User Account Control On or Off)
Jika menggunakan Windows 7, setting fitur UAC (Control Panel>User Accounts and Family Safety>User Accounts>Change User Account Control Settings=Never Notify), lalu restart komputer.
1. Ekstrak file server.zip hasil download (misal ke d:\master).
2. Tutup semua aplikasi yang sedang berjalan agar tidak bentrok dengan instalasi billing.
3. Jalankan file setup.exe, dan ikuti petunjuknya sampai proses instalasi selesai.
4. Jalankan EZ Timebilling.
Catatan: Anda harus login windows dengan akun Administrator agar EZ Timebilling dapat terinstall dengan baik.

Untuk Client:

Jika menggunakan Windows Vista, nonaktifkan fitur UAC (Control Panel>User Accounts and Family Safety>User Accounts>Turn User Account Control On or Off)
Jika menggunakan Windows 7, setting fitur UAC (Control Panel>User Accounts and Family Safety>User Accounts>Change User Account Control Settings=Never Notify), lalu restart komputer.
1. Ekstrak file client.zip hasil download.
2. Tutup semua aplikasi yang sedang berjalan agar tidak bentrok dengan instalasi billing.
3. Jalankan file setup.exe, ikuti petunjuk instalasinya sampai selesai.
4. Jalankan Client Shield lewat Start Menu>Programs>EZ-Soft>Client Shield
5. Klik Administrator, masukkan password defaultnya, yaitu "www.ezsoft.com".
6. Masukkan Nomor Workstation (misal: 1).
7. Masukkan IP Address atau nama komputer server billing.
8. Masukkan port server, defaultnya adalah 2021.
9. Klik tombol konek. Billing klien sudah terhubung dengan server.
10. Jika menggunakan Windows Vista, aktifkan kembali fitur UAC.
Jika menggunakan Windows 7, setting fitur UAC ke default kembali.
11. Lakukan langkah-langkah diatas untuk klien lainnya dengan memasukkan nomor workstation yang berbeda.

Untuk Client dengan system thin client (client tanpa harddisk):
1. Di komputer server, ekstrak file client.zip hasil download.
2. Tutup semua aplikasi yang sedang berjalan agar tidak bentrok dengan instalasi billing.
3. Jalankan file setup.exe, ikuti petunjuk instalasinya sampai selesai.
4. Buka Windows explorer. Setelah itu masuk di folder Program Files (misalnya C:\Program Files), cari folder instalasi billing klien (Client Shield). Salin folder billing klien tersebut ke masing - masing folder user (misalnya C:\Documents and Settings\User1, dst)
5. Setelah itu di komputer user1, masuk ke folder billing client yang tadi telah disalin, dan jalankan file EZShield.exe
6. Masukkan Nomor Workstation (misal: 1).
7. Masukkan port server, defaultnya adalah 2021.
8. Klik tombol konek. Billing klien sudah terhubung dengan server.
9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk klien lainnya (user2, user3 dst) dengan memasukkan nomor workstation yang berbeda.
Catatan: Agar billing client bisa autostart saat masuk windows, buat shortcut file EZShield.exe di folder startup komputer klien.

Untuk Client linux:
1. Ekstrak file hasil download ke folder billing client (misal “/home/user/billing/”)
2. Buka file settings.ini dan ubah isiannya seperti berikut:
- ServerIP diisi dengan IP Address dari server Billing.
- WSID diisi dengan Nomor Workstation (misal 1)
- WSName diisi dengan Nama Workstation (misal PC-01)
3. Jalankan Billing klien dengan cara klik dua kali pada file EZNuxShield. Jika tidak berhasil dijalankan, buka permission dari EZNuxShield. Caranya, klik kanan file EZNuxShield, lalu pilih properties. Lalu di bagian permission, centang pilihan “Allow execute”.
4. Billing klien sudah terhubung dengan server.
5. Lakukan langkah-langkah diatas untuk klien lainnya dengan memasukkan nomor workstation dan nama workstation yang berbeda.
21 
22 
23 
24 
25 
26 
27 
28 
29 
30 
31 
32 
33 
34 
35 
36 
37 
38 
39 
40 
41 
42 
43 
44 
45 
46 
47 
48 
49 
50 
51 
52 
53 
54 
55 
56 
57 
58 
59 
60 
61 
62 
63 
64 
65 
66 
67 
68